🍹 Silsilah 7 Halaqah 7

HSI- Silsilah Aqidah. Total Materi 50. Halaqah 01 - Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 1 Halaqah 02 - Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 2 Halaqah 18 - Penjelasan Kaidah Yang Kedua Bagian 7 Halaqah 20 - Penjelasan Kaidah Yang Ketiga Bagian 1 Halaqah 19 - Penjelasan Kaidah Yang Kedua Bagian 8 Halaqahyang ke-19 dari Silsilah 'Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allah adalah tentang "Kitab Al-Quran Bagian yang Kelima" Sebagian nama-nama dan sifat-sifat Al-Quran yang telah berlalu menunjukkan tentang kedudukan dan keutamaan Al-Quran, oleh karena itu hendaklah seorang Muslim bersyukur kepada Allah yang telah menurunkan Al Quran Halaqah7 - Materi Tematik ~ Pembahasan Tanya Jawab Bagian Kedua Home / Arsip Kajian / Dirosah Islamiyah / Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah / Halaqah 7 - Muqaddimah ~ Penjelasan Isi Kitab Secara Global Bagian 2 Yuksimak halaqah 7 beriman kepada rasul Halaqah yang Ke-9 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 7 Diantara cara beriman dengan para Rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa seluruh Nabi Rasul alaihimus salam telah bersepakat dalam berdakwah kepada Tauhid mengingatkan umat mereka dari kesyirikan. Penyebaranislam & silsilah ulama sejagat dunia melayu.-- Terbitan: (2000) Penyebaran Islam dan Silsilah Ulama Sejagat Dunia Melayu 7 oleh: - Terbitan: (1999) Penyebaran Islam & silsilah ulama sejagat dunia Melayu jilid 9.-- oleh: Wan Mohd. Halaqahyang ke-46 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang "Keadaan Manusia Ketika Hisab". Ada di antara manusia yang kelak akan sulit hisabnya, ada yang mudah, dan ada di antara mereka yang sama sekali tidak dihisab. Orang-orang kafir menurut pendapat yang lebih kuat meskipun amalan mereka adalah amalan yang sia-sia namun mereka DownloadAudio Halaqah 01 : Google Drive. 📘 Silsilah Ilmiyyah 3 Mengenal Rasulullah. 🔊 Halaqah 01 ~ Pentingnya Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين . ● SILSILAH 7 BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLĀH ◆ Halaqah 22 Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Belum Dihapus Naskh Di Dalam Kitab-Kitab Allāh ════════════════════════ السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-22 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Ada Di Dalam Kitab-Kitab Allāh”. Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allāh; ⑷ Beramal, ridha dan berserah diri dengan hukum-hukum di dalam kitab-kitab tersebut, baik yang kita ketahui hikmahnya atau tidak. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا “Dan tidak pantas bagi seorang yang beriman laki-laki dan wanita, apabila Allāh dan RasūlNya sudah menetapkan sebuah perkara, kemudian mereka memiliki pilihan yang lain di dalam urusan mereka. Dan barangsiapa yang memaksiati Allāh dan rasulNya, maka sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” QS Al-Ahzāb 36 Dan Allāh berfirman فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau wahai Muhammad sebagai hakim di dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak menemukan rasa berat di dalam hati-hati mereka terhadap apa yang engkau putuskan dan mereka menerima dengan sebenarnya.” QS An Nisā 65 Adapun hukum yang sudah dihapus, maka tidak boleh diamalkan, seperti • Iddah 1 tahun penuh bagi wanita yang ditinggal mati suaminya. ⇒ Sebagaimana di dalam surat Al-Baqarah ayat 240. Maka telah dihapus dengan ayat 234 dari Surat Al-Baqarah yang isinya bahwa ✓Masa iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari. Dan semua kitab yang terdahulu secara umum hukum-hukumnya telah dihapus dengan Al-Qurān. ⇒ Artinya, tidak boleh seorangpun baik jin maupun manusia mengamalkan hukum-hukum yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya, setelah datangnya Al-Qurān. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitāb yaitu Al-Qurān dengan haq yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan muhaymin kitab-kitab sebelumnya. Maka hendaklah engkau menghukumi diantara mereka dengan apa yang Allāh turunkan. Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu bagi masing-masing dari kalian telah kami jadikan syariat dan juga jalan.” QS Al-Māidah 48 Bahkan Nabi Mūsā sekalipun yang diturunkan kepadanya Taurat harus berhukum dengan Al-Qurān, seandainya beliau masih hidup ketika Al-Qurān turun. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي “Demi Zat yang jiwaku ada di tangannya, seandainya Mūsā hidup, niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh Oleh karena itu Nabi Īsā alayhissalām salam yang diturunkan kepadanya Injīl di akhir zaman, ketika beliau turun akan berhukum dengan hukum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy, Di kota Al-Madīnah 👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Mengenal Agama Islam السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-7 dari Silsilah Mengenal Agama Islam adalah tentang “Arkānul Īmān / Rukun-Rukun Iman”. Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana sabda Nabi ﷺ ketika Beliau ditanya tentang “Apa itu iman?” ﺃَﻥْ ﺗُﺆْﻣِﻦَ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِ ﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩِ ﻭَ شَرِّهِ “Engkau beriman kepada Allāh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk”. HR Muslim RUKUN IMAN KE-1 Beriman kepada Allāh ﷻ. Telah kita bahas dalam Silsilah Ilmiah yang Pertama dan Kedua. RUKUN IMAN KE-2 Beriman kepada malaikat. Adalah ✓Beriman dengan keberadaannya. ✓Beriman dengan nama-nama sebagian mereka. ✓Beriman dengan sifat-sifat malaikat. ✓Beriman dengan tugas-tugas mereka yang tersebut dalam Al Qurān dan juga hadits yang shahīh. RUKUN IMAN KE-3 Beriman kepada kitab-kitab Allāh ﷻ. Adalah ✓Beriman bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allāh ﷻ berisi petunjuk bagi manusia. ✓Beriman dengan sebagian nama-nama dari kitab-kitab yang sudah Allāh ﷻ turunkan seperti shuhūf Ibrāhīm, Zabur, Taurāt, Injīl dan juga Al Qurān. RUKUN IMAN KE-4 Beriman kepada para Rasul. Adalah ✓Beriman bahwa kerasulan adalah pilihan semata dari Allāh ﷻ. ✓Beriman bahwasanya para Rasul adalah sebaik-baik manusia. ✓Beriman dengan beberapa kekhususan para Rasul alayhimussalām. ✓Beriman bahwasanya dakwah mereka satu. ✓Dan lain-lain. RUKUN IMAN KE-5 Beriman kepada hari akhir. Adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir, seperti • Fitnah kubur • Nikmat dan juga azab kubur • Tanda-tanda dekatnya hari kiamat • Ditiupnya sangkakala • Kebangkitan manusia • Sampai masuknya manusia ke dalam surga ataupun neraka. Kemudian yang terakhir, RUKUN IMAN KE-6 Beriman kepada takdir. Adalah beriman bahwasanya Allāh ﷻ ✓ Mengetahui segala sesuatu, ✓ Menulis segala sesuatu, dan ✓ Terjadi segala sesuatu dengan kehendak Allāh ﷻ, dan ✓ Dia-lah Allāh ﷻ yang menciptakan segala sesuatu. Hendaknya seorang Muslim dan juga Muslimah memberikan perhatian yang besar terhadap 6 Rukun Iman ini. Dan in syā Allāh akan kita bahas rukun iman ini secara lebih terperinci pada silsilah ilmiyyah berikutnya, dan sampai bertemu kembali. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-17 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Kitab-Kitab Allah adalah tentang “Kitab Al-Qur’an Bagian 3”. Al-Qur’an memiliki nama-nama yang banyak yang menunjukkan keutamaannya, diantaranya Pertama Al-Qur’an ✓Ini adalah nama yang paling banyak di dalam Al-Qur’an dan inilah yang paling masyhur. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا “Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an? Dan seandainya itu dari selain Allah niscaya mereka akan mendapatkan di dalamnya perselisihan yang banyak.” QS An-Nisa 82 Ke dua Al-Kitab Artinya “kitab”, dari kata كَتَبَ yang artinya “mengumpulkan”. ⇒ Dinamakan demikian karena dia mengumpulkan huruf dengan huruf, ayat dengan ayat, surat dengan surat. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ “Apakah kepada selain Allah aku mencari hakim? Padahal Dialah yang menurunkan Al-Kitab yaitu Al-Qur’an secara terperinci.” QS Al-An’am 114 Ke tiga Kitabullah Artinya “kitab Allah”. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ “Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitabullah dan mendirikan shalat dan berinfak dari sebagian harta yang Kami rezekikan kepadanya, baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.” QS Fathir 29 Ke empat Al-Furqan Artinya “yang membedakan”, karena dia membedakan; • Yang benar dengan yang bathil. • Petunjuk dan kesesatan. • Yang halal dan yang haram. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا “Sungguh berbarakah Dzat yang telah menurunkan Al-Furqan yaitu Al-Qur’an kepada hamba-Nya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” QS Al-Furqan 1 Ke lima Adz-Dzikru ✓Ada yang mengatakan artinya adalah “peringatan”, karena di dalamnya ada peringatan dan nasehat. ✓Dan ada yang mengatakan artinya adalah “penyebutan”, karena di dalam Al-Qur’an disebutkan banyak permasalahan dan dalil-dalil yang jelas. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikru yaitu Al-Qur’an dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” QS Al-Hijr 9 Diantara nama-nama Al-Qur’an adalah, Ke enam Hablullah Artinya “tali Allah”. Dinamakan demikian karena dia menyampaikan kepada ridha Allah. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ “Dan hendaklah kalian semua berpegang teguh dengan hablullah yaitu Al-Qur’an dan janganlah kalian saling berpecah belah.” QS Ali Imran 103 Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللهِ ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللهِ وَرَغَّبَ فِيهِ، ثُمَّ قَالَ وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي “Dan aku tinggalkan di antara kalian 2 perkara yang berat; yang pertama Kitabullah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah dengan Kitabullah dan berpeganglah dengannya. Maka beliau pun menganjurkan dan mendorong untuk berpegang teguh dengan Kitabullah. Kemudian Beliau berkata Dan keluargaku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku’.” HR Muslim Di dalam sebuah riwayat, Beliau shallallāhu alayhi wa sallam mengatakan, أحدهما كتاب الله عز وجل هو حبل الله من اتبعه كان على الهدى ومن تركه كان على ضلالة “Yang pertama di antara keduanya adalah Kitabullah, dia adalah hablullah. Barangsiapa yang mengikutinya maka dia di atas petunjuk dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia di atas kesesatan.” Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.

silsilah 7 halaqah 7